Pencegahan Kebutaan Akibat Kelainan Refraksi Sejak Usia Dini: Edukasi dan Skrining Mata pada Masyarakat

Authors

  • RA. Hani Faradis Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Windi Indria Rini Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Marselli Widya Lestari Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Syawa Aurora Syafira Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Nurul Hidayatih Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Firda Ayu Agustina Arafah Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Nur Fajril Arjuna Arif Billah Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author
  • Moh. Kholil Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.64595/jcdd.396

Keywords:

Refraksi, Mata, Edukasi, Skrining, Anak Usia Dini

Abstract

Kelainan refraksi mata merupakan gangguan penglihatan dengan prevalensi yang meningkat, terutama pada anak usia dini dan remaja. Peningkatan ini dipicu oleh paparan gawai berlebihan, pencahayaan kurang, dan minimnya pemeriksaan mata rutin, yang berdampak negatif pada kualitas belajar dan produktivitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi serta mempromosikan pentingnya pemeriksaan mata berkala. Unsur keterbaruan PkM adalah integrasi edukasi kesehatan mata interaktif yang dikombinasikan dengan evaluasi pengetahuan melalui pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas intervensi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan (ceramah, diskusi, dan tanya jawab) yang melibatkan 23 peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji pretest dan posttest, dengan hasil utama berupa peningkatan skor pengetahuan dan capaian N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Nilai rata-rata pretest 69,57 meningkat menjadi 94,78 pada posttest (selisih 25,21 poin). Analisis N-Gain mengindikasikan sebagian besar peserta berada pada kategori tinggi, dengan 12 peserta mencapai kategori tinggi (N-Gain=1,0) berdasarkan kriteria Hake (1999). Temuan ini membuktikan bahwa program edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat secara bermakna. PkM ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini kelainan refraksi mata.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • RA. Hani Faradis, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Lecturer, Department of Ophthalmology, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Windi Indria Rini, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Lecturer, Department of Ophthalmology, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Syawa Aurora Syafira, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Medical Student, Faculty of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Nurul Hidayatih, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Research Assistant, Faculty of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Firda Ayu Agustina Arafah, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Medical Student, Faculty of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Nur Fajril Arjuna Arif Billah, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Medical Student, Faculty of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

  • Moh. Kholil, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

    Medical Student, Faculty of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

References

Chen, X., Guo, Y., Zhang, X., & Wu, L. (2023). Parental awareness and attitudes towards refractive errors and spectacles use in children: A cross-sectional study. BMC Ophthalmology, 23(1), 221. https://doi.org/10.1186/s12886-023-03021-1

Freeman, S., Eddy, S. L., McDonough, M., Smith, M. K., Okoroafor, N., Jordt, H., & Wenderoth, M. P. (2019). Active learning increases student performance in science, engineering, and mathematics. Proceedings of the National Academy of Sciences, 116(39), 19251–19257.

He, M., Xiang, F., Zeng, Y., Mai, J., Chen, Q., Zhang, J., & Morgan, I. (2020). Effect of time spent outdoors at school on the development of myopia among children in China: A randomized clinical trial. JAMA, 314(11), 1142–1148.

Kirkpatrick, J. D., & Kirkpatrick, W. K. (2016). Kirkpatrick's Four Levels of Training Evaluation. ATD Press.

Liang J, Pu Y, Chen J, Liu M, Ouyang B, Jin Z, Ge W, Wu Z, Yang X, Qin C, Wang C, Huang S, Jiang N, Hu L, Zhang Y, Gui Z, Pu X, Huang S, Chen Y. (2025). Global prevalence, trend and projection of myopia in children and adolescents from 1990 to 2050: a comprehensive systematic review and meta-analysis. Br J Ophthalmol. 109(3):362-371. https://doi.org/10.1136/bjo-2024-325427

Morgan, I. G., French, A. N., Ashby, R. S., Guo, X., Ding, X., He, M., & Rose, K. A. (2018). The epidemics of myopia: Aetiology and prevention. Progress in Retinal and Eye Research, 62, 134–149.

Neitzel, A. J., et al. (2021). Academic outcomes of providing eyeglasses to disadvantaged children: Results of the Vision for Baltimore cluster-randomized clinical trial. JAMA Ophthalmology, 139(5), 505–514.

World Health Organization. (2019). World Report on Vision. Geneva: WHO.

Wu, P. C., Tsai, C. L., Wu, H. L., Yang, Y. H., & Kuo, H. K. (2020). Outdoor activity during class recess reduces myopia onset and progression in school children. Ophthalmology, 127(7), 931–937.

Yuswantoro, E., Christiani, M., & Mandasari, Y. (2021). Kajian Miopia Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Keperawatan Terapan, 7(1), 1-6. https://doi.org/10.31290/jkt.v7i1.2131

Zong Z, Zhang Y, Qiao J, Tian Y, Xu S. (2024). The association between screen time exposure and myopia in children and adolescents: a meta-analysis. BMC Public Health. 24(1):1625. https://doi.org/10.1186/s12889-024-19113-5

Downloads

Published

2026-03-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pencegahan Kebutaan Akibat Kelainan Refraksi Sejak Usia Dini: Edukasi dan Skrining Mata pada Masyarakat. (2026). Journal of Community Development Diversity, 1(3), 93-100. https://doi.org/10.64595/jcdd.396

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.